Arus perjalanan masyarakat pada momen Lebaran 2026 masih terbilang tinggi. Memasuki hari kedua Idulfitri, ribuan penumpang terlihat memadati Stasiun Cilacap, menandai masih berlangsungnya gelombang mobilitas pascalebaran.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto mencatat, Minggu (22/3) menjadi salah satu titik puncak pergerakan penumpang selama masa Angkutan Lebaran tahun ini. Total pengguna jasa kereta api di wilayah tersebut mencapai 64.513 orang dalam satu hari.
Dari angka tersebut, sebanyak 32.877 penumpang tercatat melakukan keberangkatan dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 5 Purwokerto. Sementara itu, 31.636 penumpang lainnya merupakan kedatangan, menunjukkan arus masuk dan keluar yang sama-sama tinggi.
Lonjakan ini mencerminkan bahwa aktivitas perjalanan masyarakat belum mereda meski Hari Raya Idulfitri telah dilalui. Banyak warga masih memanfaatkan waktu libur untuk bersilaturahmi, bepergian, maupun bersiap kembali ke tempat aktivitas masing-masing.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa lonjakan ini sudah diprediksi seiring tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api saat momen Lebaran.
Stasiun Cilacap Ikut Dipadati Penumpang
Tak hanya di stasiun besar, kepadatan penumpang juga terjadi di sejumlah stasiun lainnya, termasuk Stasiun Cilacap. Pada periode yang sama, stasiun ini mencatat total 1.873 penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.005 penumpang berangkat dan 868 penumpang tiba di Stasiun Cilacap. Angka ini menunjukkan bahwa wilayah Cilacap juga menjadi salah satu titik penting dalam arus pergerakan penumpang selama Lebaran.
Secara kumulatif, penjualan tiket selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026 terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (23/3) siang, jumlah tiket keberangkatan dari Stasiun Cilacap telah mencapai 66.448 tiket.
Penumpang Diimbau Datang Lebih Awal
Untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi kendala perjalanan, KAI mengimbau para pelanggan agar merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun.
Penumpang disarankan sudah berada di stasiun minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api. Selain itu, KAI juga mendorong penggunaan fasilitas Face Recognition Boarding Gate yang tersedia di Stasiun Purwokerto dan Kutoarjo guna mempercepat proses boarding.
Tak kalah penting, pelanggan juga diingatkan untuk selalu menjaga barang bawaan, baik saat berada di area stasiun maupun di dalam kereta, agar tidak tertinggal.
“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati momen mudik dan berkumpul bersama keluarga dengan perjalanan yang lancar menggunakan kereta api,” ujar As’ad.
Dengan tingginya angka pergerakan penumpang ini, KAI optimistis layanan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dengan dukungan kesiapan operasional serta kesadaran pelanggan dalam mengikuti imbauan yang telah diberikan.

