cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Pertamina Mulai Proyek Biorefinery, Produksi SAF di Kilang Cilacap Digenjot
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Pertamina Mulai Proyek Biorefinery, Produksi SAF di Kilang Cilacap Digenjot
Cilacap

Pertamina Mulai Proyek Biorefinery, Produksi SAF di Kilang Cilacap Digenjot

Tri Aji
Last updated: 7 Februari 2026 08:52
Tri Aji
Published: 7 Februari 2026
Share
Proses Groundbreaking Proyek Hilirisasi Pertamina di Kilang Cilacap. (Tri Aji).
Proses Groundbreaking Proyek Hilirisasi Pertamina di Kilang Cilacap. (Tri Aji).
SHARE

Pertamina menandai dimulainya pembangunan proyek hilirisasi Biorefinery Cilacap Fase 2 di kompleks Kilang Cilacap pada Jumat (6/2/2026). Pengembangan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung percepatan program transisi energi nasional.

Proyek tersebut juga diarahkan untuk semakin mengukuhkan posisi Kilang Cilacap sebagai pusat pengembangan bahan bakar nabati, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang diproyeksikan menjadi bahan bakar ramah lingkungan untuk sektor penerbangan di masa depan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menjelaskan Biorefinery Cilacap Fase 1 merupakan pengembangan unit eksisting kilang yang telah menjadi fondasi penting dalam pengembangan biofuel Pertamina.

“Sebagai penguatan program transisi energi, Biorefinery Cilacap Fase 1 menjadi tonggak utama dalam pengembangan biofuel di Pertamina. Unit Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) sebagai penghasil avtur berbasis kerosene menjadi salah satu kunci produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF),” ujarnya.

Ditambahkan pengembangan proyek ini telah melalui perjalanan panjang sejak 2021, dimulai pengembangan awal, dilanjutkan penyelesaian pengembangan unit pada 2022, hingga pada 2025 berhasil memroduksi avtur ramah lingkungan (SAF) berbahan baku minyak jelantah (co-processing) dengan katalis karya anak bangsa.

Implementasi tersebut telah dibuktikan melalui serangkaian uji coba dan komersialisasi, antara lain uji coba pada pesawat CN-235-200 (2021), Boeing 737 Garuda Indonesia (2023), serta Airbus A320 Pelita Air (2025).

“Tahun 2026 ini, Pertamina menargetkan produksi SAF sebesar 27 ribu kilo liter, dengan bahan baku minyak jelantah. Kabar baiknya, telah ada komitmen offtaker dari Pelita Air, yang menandakan tingginya kepercayaan pasar terhadap produk SAF nasional,” tambahnya.

Sebagai kelanjutan dari keberhasilan Biorefinery Fase 1, Pertamina melanjutkan pengembangan melalui Proyek Biorefinery Cilacap Fase 2 berkapasitas 6 Kilo Barrel per Day (KBPD), yang akan menghasilkan SAF dan _Hydrogenated Vegetable Oil_ (HVO) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Baca Juga  6 Remaja Terseret Ombak di Pantai Menganti Cilacap, 2 Masih Dalam Pencarian

“Dengan beroperasinya Biorefinery Fase 1 dan selesainya Fase 2 nantinya, Kilang Cilacap akan menjadi hub hilirisasi nasional untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bioavtur dalam negeri,” tegas Mars Ega.

Sementara itu, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini menyampaikan proyek hilirisasi Biorefinery atau Bioavtur di Cilacap merupakan implementasi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pada poin swasembada energi, hilirisasi industri, serta pengentasan kemiskinan.

“Pengembangan bioavtur ini memiliki dampak positif yang signifikan. Selain mengubah minyak jelantah menjadi energi hijau, proyek ini juga memberikan multiplier effect berupa pengurangan impor, penurunan emisi karbon hingga 600 ribu ton CO₂ per tahun, penciptaan sekitar 5.900 lapangan kerja, serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 30 persen dari total proyek,” jelas Emma.

Dari sisi operasional, General Manager (GM) Kilang Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menegaskan bahwa proyek ini menjadi bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular.

“Melalui proyek ini, Kilang Cilacap menghadirkan solusi ekonomi sirkular, mengubah limbah menjadi energi bernilai tinggi. Kilang Cilacap berperan sebagai salah satu Green Refinery utama, dengan dukungan teknologi dan katalis hasil karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Pertamina,” ungkap Wahyu.

Ia menambahkan pengembangan Biorefinery Cilacap tidak hanya mendukung target transisi energi nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi, mendorong industri hijau, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar energi berkelanjutan global.

 

Resmikan Instalasi Pengolahan Air Maos, Bupati Syamsul: Jangan Sampai Rakyat Bayar Tapi Air Keruh!
Ngabuburit di Dermaga Sleko Cilacap, Nikmati Sunset dengan Panorama Laut yang Memikat
Mas Moro Salurkan 500 Paket Bantuan Pangan di Karangpucung, Warga Antusias
Peredaran Sabu 1,07 Gram di Gandrungmangu Terbongkar, Tiga Pemuda Diamankan Polisi
Sengketa Lahan 34,2 Hektare Memanas, Petani Kampung Laut Datangi Kantah Cilacap
TAGGED:kilang cilacapkilang pertamina cilacap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan