Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, dikenal sebagai salah satu sentra produksi cobek batu yang masih eksis hingga kini. Di tengah gempuran peralatan dapur modern, para pengrajin di desa ini tetap mempertahankan cara tradisional dalam mengolah batu gunung menjadi cobek (ciri) dan ulekan (mutu) berkualitas.
Kegiatan produksi terpusat di Umahe Ciri Watu, tempat para pengrajin memadukan teknik manual dengan bantuan alat mekanis sederhana. Hasilnya, cobek yang dihasilkan tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi.
Proses Produksi Cobek dari Batu Gunung
Selanjutnya, beginilah proses produksi cobek dari batu gunung oleh Sentra Umahe Ciri Watu seperti mengutip unggahan TikTok @kknkarangjengkol.
Pemilihan dan Pemotongan Batu
Proses pembuatan cobek diawali dengan memilih batu gunung berukuran besar sebagai bahan baku. Batu tersebut kemudian dipotong menggunakan mesin khusus agar mendapatkan ukuran yang sesuai.
Selama pemotongan berlangsung, air dialirkan ke mata pisau untuk mengurangi debu sekaligus menjaga suhu alat tetap stabil. Teknik ini juga membantu menghasilkan potongan yang lebih rapi dan minim risiko retak.
Pembentukan Pola Awal
Setelah dipotong, batu mulai dibentuk menjadi pola dasar cobek. Bagian pinggir dirapikan hingga menyerupai lingkaran.
Pada tahap ini, hasilnya masih berupa lempengan batu tebal dengan permukaan kasar. Namun, bentuk cobek sudah mulai terlihat.
Penghalusan Bagian Luar
Tahap berikutnya adalah menghaluskan bagian luar menggunakan gerinda tangan. Pengrajin mengikis sisi batu secara perlahan hingga membentuk lingkaran yang simetris.
Ketelitian sangat diperlukan agar hasil akhir tidak hanya rapi, tetapi juga nyaman saat digunakan.
Pembuatan Cekungan Tengah
Cekungan pada bagian tengah cobek dibuat dengan cara dipahat secara manual. Proses ini dilakukan hingga kedalaman tertentu sesuai kebutuhan.
Setelah itu, bagian dalam kembali dihaluskan agar permukaannya tidak terlalu kasar, sehingga lebih efektif digunakan untuk mengulek bumbu.
Finishing dan Pemeriksaan
Pada tahap akhir, cobek yang sudah terbentuk akan diperiksa untuk memastikan kualitasnya. Pengrajin memastikan tidak ada retakan atau cacat yang dapat memengaruhi fungsi.
Keunggulan cobek dari Desa Karangjengkol terletak pada bahan batu gunung asli yang kuat dan tidak mudah berpasir. Hal ini menjadikannya aman dan tahan lama untuk penggunaan sehari-hari.
Potensi Ekonomi dan Wisata Edukasi
Keberadaan sentra cobek di Desa Karangjengkol memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kerajinan ini, baik sebagai pengrajin maupun pekerja di sektor pendukung.
Selain itu, Umahe Ciri Watu kini mulai dikenal sebagai destinasi wisata edukasi. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan cobek dari awal hingga selesai, sekaligus belajar tentang nilai tradisi yang masih dijaga.
Hasilkan Peralatan Dapur yang Berkualitas
Sentra cobek di Desa Karangjengkol, Cilacap, menjadi bukti bahwa kerajinan tradisional masih memiliki tempat di tengah modernisasi. Dari batu gunung yang sederhana, lahir produk peralatan dapur yang kuat, fungsional, dan bernilai budaya.
Dengan terus berkembangnya minat masyarakat dan potensi wisata edukasi, kerajinan cobek ini diharapkan mampu menjadi salah satu ikon unggulan daerah sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Cilacap ke tingkat yang lebih luas.
***

