cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Titiek Soeharto Puji Transformasi Nusakambangan, Program Ketahanan Pangan Dinilai Sukses Bangun Kemandirian
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Titiek Soeharto Puji Transformasi Nusakambangan, Program Ketahanan Pangan Dinilai Sukses Bangun Kemandirian
Cilacap

Titiek Soeharto Puji Transformasi Nusakambangan, Program Ketahanan Pangan Dinilai Sukses Bangun Kemandirian

Tri Aji
Last updated: 20 Juni 2026 21:07
Tri Aji
Published: 20 Juni 2026
Share
Titiek Soeharto Puji Transformasi Nusakambangan, Program Ketahanan Pangan Dinilai Sukses Bangun Kemandirian
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, bersam Menteri Imipas, meninjau Nusakambangan. (Tri Aji).
SHARE

Program ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, menuai apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto. Apresiasi itu disampaikan saat dirinya bersama rombongan Komisi IV DPR RI meninjau langsung berbagai program produktif yang dikembangkan di kawasan yang selama ini dikenal sebagai pulau lembaga pemasyarakatan tersebut, Sabtu (20/6).

Kunjungan yang didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto tersebut meninjau secara langsung berbagai sektor pembinaan dan ketahanan pangan yang dikelola di lingkungan pemasyarakatan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga balai latihan kerja bagi warga binaan.

Titiek Soeharto mengaku terkesan dengan transformasi lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan strategis.

“Hari ini kami melihat langsung bagaimana lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat disulap menjadi lahan yang produktif. Ada padi, anggur, peternakan ayam, budidaya udang hingga sidat. Ini merupakan langkah luar biasa yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi daerah maupun instansi lain,” ujarnya.

Titiek Soeharto menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung swasembada pangan apabila dikelola dengan serius dan inovatif. Selain menghasilkan komoditas pangan, program tersebut juga memberikan manfaat sosial melalui keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produksi dan pelatihan keterampilan.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan bahwa pengembangan ketahanan pangan di Nusakambangan merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imipas dalam mengoptimalkan aset negara sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

“Kami berterima kasih atas apresiasi dan masukan dari Komisi IV DPR RI. Berbagai evaluasi dan arahan yang diberikan akan menjadi bahan penyempurnaan program agar manfaatnya semakin luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” kata Agus Andrianto.

Baca Juga  Pembunuhan WN Singapura Terbongkar di Cilacap, 2 Pelaku Ditangkap, 1 Diburu

Pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa keberhasilan Nusakambangan merupakan hasil komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mendukung program pemerintah sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.

“Apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI menjadi motivasi bagi jajaran pemasyarakatan untuk terus berinovasi. Program yang dikembangkan di Nusakambangan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Mardi Santoso.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau berbagai fasilitas pembinaan kemandirian, di antaranya workshop produksi batako dan paving block berbahan Fly Ash Bottom Ash (FABA), balai latihan kerja konveksi, pengolahan pupuk organik, budidaya ikan sidat, tambak udang vaname, peternakan sapi, domba, ayam petelur, bebek petelur, hingga pengembangan UMKM warga binaan.

Salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah peternakan ayam petelur di Lapas Terbuka Nusakambangan. Titiek Soeharto bahkan turut memanen telur secara langsung dan memberikan apresiasi atas keberhasilan budidaya unggas yang mampu menghasilkan ribuan butir telur setiap hari.

Saat ini, kawasan ketahanan pangan Nusakambangan telah menjadi salah satu model pembinaan produktif yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan internal pemasyarakatan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Transformasi Nusakambangan menjadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

 

Haru! Korban Tewas Tabrakan KA di Bekasi Timur Asal Cilacap Dimakamkan
Targetkan Cilacap Selatan Jadi ‘Kandang Gajah’, PSI Bagikan 1.500 Takjil Gratis
Intip Fasilitas Mewah Sekolah Nasional Terintegrasi di Cilacap: Ada Lab Biotek, Studio Seni hingga Bus Listrik!
Imigrasi Cilacap Deportasi 2 WNA Eks Napi Narkoba Nusakambangan
Sate Martawi Wilis: Kuliner Legendaris Cilacap Sejak 1928, Rahasia Resep 4 Generasi yang Tak Pernah Berubah
TAGGED:nusakambangansiti hediati soehartotitiek soeharto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan