cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Harga Cabai Tembus Rp85 Ribu, Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar di 15 Daerah
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Jateng > Harga Cabai Tembus Rp85 Ribu, Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar di 15 Daerah
Jateng

Harga Cabai Tembus Rp85 Ribu, Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar di 15 Daerah

Syarif Tahmid
Last updated: 25 Februari 2026 16:30
Syarif Tahmid
Published: 25 Februari 2026
Share
Harga cabai makin pedas
Harga cabai makin pedas, Pemerintah gelar operasi pasar di sejumlah daerah. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

LONJAKAN harga cabai rawit merah yang menembus Rp85.000 per kilogram di sejumlah pasar memicu langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui operasi pasar, pemprov menyalurkan cabai bersubsidi di 15 kabupaten/kota guna meredam gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Contents
  • Siapkan Tiga Ton, Harga Cabai Ditekan Jadi Rp65 Ribu
  • Sasar Wilayah Nonpenghasil Cabai
  • Jaga Inflasi dan Stabilitas Pangan

Kenaikan harga saat ini tercatat mencapai 49 persen di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp57.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi pangan jika tidak segera diintervensi.

Siapkan Tiga Ton, Harga Cabai Ditekan Jadi Rp65 Ribu

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menjelaskan intervensi dilakukan pada pekan kedua Februari 2026 dengan mendistribusikan tiga ton cabai rawit merah ke wilayah terdampak.

Melalui operasi pasar ini, masyarakat dapat membeli cabai dengan harga Rp65.000 per kilogram, lebih rendah Rp20.000 dari harga pasar saat ini.

“Kami melakukan langkah intervensi untuk meredam lonjakan harga cabai rawit merah agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Distribusi cabai bersubsidi tersebut melibatkan Perusda Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai pelaksana di lapangan.

Sasar Wilayah Nonpenghasil Cabai

Operasi pasar difokuskan pada daerah nonpenghasil cabai rawit merah yang lebih rentan terdampak kenaikan harga. Adapun 15 wilayah sasaran meliputi: Semarang, Salatiga, Tegal, Pekalongan, Demak, Rembang, Pati, Klaten, Karanganyar, Jepara, Brebes, Banyumas, Sukoharjo, dan wilayah lainnya.

Langkah ini diharapkan mampu menekan disparitas harga di tingkat konsumen sekaligus menstabilkan pasokan di pasar tradisional.

Jaga Inflasi dan Stabilitas Pangan

Operasi pasar menjadi bagian dari strategi Pemprov Jateng dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang periode meningkatnya konsumsi masyarakat.

Baca Juga  Geger Ada Pria Gantung Diri di Karanganyar Pekalongan

Dengan tambahan pasokan cabai bersubsidi, pemerintah berharap harga di tingkat pedagang berangsur turun mendekati HAP dan tidak membebani konsumen.

Pemprov Jawa Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga komoditas strategis dan siap melakukan intervensi lanjutan jika diperlukan, demi menjaga stabilitas pangan dan ekonomi daerah.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Semifinal Liga 4 Jateng Tidak Dilaksanakan Serentak
Konektivitas Ekonomi dan Wisata Jateng Makin Kuat Usai Dua Jalur Strategis Diresmikan
Lokasi Diduga Sabung Ayam di Wilayah Ayah Dibongkar
Car Free Day di Alun-alun Kebumen dan Sekitarnya pada Akhir Pekan Ini Ditiadakan
Persebi Boyolali Gaet Pelatih Baru, Mantan Striker Timnas Indonesia
TAGGED:harga cabaioperasi pasar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan