Salah satu yang penting bagi pemudik adalah jalur kendaraan. Informasi terkait jalur utama dan alternatif akan sangat penting, apalagi para pemudik yang belum pernah melewati daerah tersebut.
Terkait hal itu, Polres Kebumen melalui Instagramnya menginformasikan beberapa jalur utama dan jalur alternatif yang ada di Kebumen. Harapannya info tersebut bisa bermanfaat bagi para pemudik.
Jalan Utama
Ada tiga jalur utama di Kebumen. Jalur itu adalah sebgaai berikut:
- Jalur utama di Jalan Nasional III
- Jalan Daendels
- Jalur Lintas Selatan-Selatan
Jalan Alternatif
Ada beberapa jalur alternatif di Kebumen. Jalur alternatif adalah sebagai berikut:
- Jalan Ijo-Jatijajar dan Jalan Gombong Puring
- Jalan Ayah-Karangbolong, Jalan Guyangan-Petanahan, Jalan Kejayan, Jalan Kembalan
- Jalan Klirong
- Jalan Klampok-Banjarnegara, Jalan Raya Wadaslintang
Tradisi Mudik
Mudik adalah tradisi pulang ke kampung halaman. Sebenarnya, mudik bisa dilakukan kapan saja. Namun, mudik paling sering dilakukan di masa libur keagamaan. Bagi Indonesia, karena mayoritas beragama Islam, maka gelombang mudik paling besar terjadi di masa Lebaran atau Idulfitri.
Akan ada banyak orang yang pulang kampung di masa Lebaran. Mereka ingin berlebaran di kampung halaman. Ada juga yang ingin bersilaturami dan juga berwisata di kampung halaman.
Terkait jumlah pemudik, Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan telah melakukan survei online yang dilakukan bersama BPS, Kemenomdigi, serta para ahli dan narasumber tarkait.
Dari survei itu, seperti dikutip dari Instagram Baketrans, puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara, puncak arus balik terjadi pada 27 Maret 2026.
Disebutkan bahwa pada fase libur Lebaran itu, ada 143,92 juta orang di Indonesia yang melakukan pergerakan. Artinya mereka akan bepergian di masa libur Lebaran tersebut.

