Kawasan Pantai Wisata Kemiren, Kabupaten Cilacap, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (8/2/2026) pagi. Ribuan peserta dari berbagai kalangan antusias mengikuti gelaran Fun Run of Harmony.
Acara yang diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Cilacap ini digelar dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek. Namun lebih dari sekadar olahraga, ajang ini menjadi potret nyata harmoni keberagaman di “Bumi Wijayakusuma”.
Dihadiri Tokoh Penting Daerah
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran jajaran pejabat daerah dan Forkopimda Cilacap yang ikut berbaur dengan masyarakat. Tampak hadir di lokasi:
- Syamsul Auliya Rachman (Bupati Cilacap)
- Kolonel Laut (PM) Damianus Deny Nixon Ogi (Danlanal Cilacap)
- Letkol Inf Andi Azis (Dandim 0703/Cilacap)
- Suyatno (Wakil Ketua DPRD Cilacap)
Modal Sosial Membangun Daerah
Ketua PSMTI Cilacap, Sukiyatno, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang etnis maupun budaya.
”Keberagaman etnis dan budaya di Cilacap adalah modal sosial yang besar. Kami di PSMTI adalah bagian dari warga Cilacap. Kekayaan ras dan suku ini menjadi kekuatan untuk mewujudkan Cilacap Bercahaya, Maju, dan Besar,” ujar Sukiyatno.
Pesan Bupati: Lari Santai, yang Penting Akrab
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PSMTI. Ia memuji bagaimana masyarakat bisa berbaur tanpa sekat dalam suasana penuh kegembiraan.
Menariknya, Bupati Syamsul mengingatkan bahwa esensi dari fun run ini bukanlah kecepatan, melainkan kebersamaan.
”Ini adalah fun run, sifatnya santai. Jadi mau pace 10, pace 7, atau pace 5 tidak masalah. Yang terpenting kita berbaur bersama untuk membangun keakraban,” selorohnya di hadapan para peserta.
Rute Menantang dengan Pemandangan Pantai
Para pelari memulai perjalanan dari Gerbang Pantai Kemiren, melintasi Jalan Lingkar Timur menuju kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lengkong.
Sensasi lari semakin unik saat peserta diarahkan menyusuri garis pantai dengan hamparan pasir dan angin laut sebelum akhirnya kembali ke titik finis di lokasi awal.
Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi bahasa universal untuk memperkuat nilai toleransi dan gaya hidup sehat di tengah masyarakat Kabupaten Cilacap.

