cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Pacu Daya Saing Ekonomi, Pemkab Cilacap Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi Digital
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Pacu Daya Saing Ekonomi, Pemkab Cilacap Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi Digital
Cilacap

Pacu Daya Saing Ekonomi, Pemkab Cilacap Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi Digital

Arsya Al Kaisar
Last updated: 20 Mei 2026 12:27
Arsya Al Kaisar
Published: 20 Mei 2026
Share
Pacu Daya Saing Ekonomi, Pemkab Cilacap Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi Digital
​Sejumlah peserta Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) serta Riset Unggulan Daerah (RUD) Tahun 2026 menerima hadiah di Aula Bappeda Cilacap, Selasa (19/5/2026). (Foto: Diskominfo Cilacap)
SHARE

Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. Langkah taktis ini diwujudkan lewat penganugerahan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) serta Riset Unggulan Daerah (RUD) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bappeda Cilacap, Selasa, 19 Mei 2026.

​Ajang tahunan ini menjadi instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaring gagasan aplikatif dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum. Fokus utamanya adalah menghasilkan teknologi tepat guna yang mampu menjawab tantangan riil di masyarakat.

​Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Kabupaten Cilacap, Imam Jauhari, menegaskan bahwa pengembangan riset saat ini diarahkan untuk mendongkrak kesejahteraan warga sekaligus menaikkan daya saing daerah.

​”Melalui Krenova dan RUD, kami ingin membangun ekosistem riset yang kreatif guna meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Cilacap,” ujar Imam dalam sambutannya, Selasa.

​Menurut Imam, Krenova berfungsi sebagai ruang pembinaan ide kreatif masyarakat. Sementara itu, RUD dirancang khusus untuk memperkuat kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy). Pada tahun ini, RUD mengusung tema strategis, yakni “Transformasi Daya Saing UMKM Berbasis Digital dan Hilirisasi sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Daerah yang Mandiri dan Berkelanjutan”.

​Pemerintah daerah berkomitmen tidak akan membiarkan inovasi ini berhenti di atas kertas. “Inovasi potensial yang lahir akan kami fasilitasi ke tingkat yang lebih tinggi, baik melalui lomba tingkat provinsi, pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), maupun program inkubator bisnis,” tambah Imam.

 

​Antusiasme Tinggi dan Ragam Inovasi Hijau

​Animo warga Cilacap dalam kompetisi tahun ini melonjak tajam. Panitia mencatat ada 52 proposal di kategori pelajar (SMP/SMA sederajat) dan 54 proposal di kategori masyarakat umum. Seluruh peserta harus melewati kurasi ketat, mulai dari seleksi administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi di hadapan dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi.

Baca Juga  Razia Balap Liar di Cilacap Utara, Polisi Amankan 13 Motor

​Plt Bupati Cilacap yang diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Annisa Fabriana, mengapresiasi tingginya partisipasi ini. Menurut dia, hal tersebut mencerminkan besarnya kepedulian warga terhadap persoalan di daerahnya.

​”Kegiatan ini bukan semata-mata perlombaan, tetapi upaya membangun budaya riset. Saya berharap hasil riset maupun inovasi ini dapat terus dikembangkan, dihilirisasi, dan diimplementasikan secara nyata,” kata Annisa.

​Dalam kategori Pelajar, SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap menyabet juara pertama lewat inovasi “MUSAVERRA-RIZ VCO”, sebuah bio demulsifier berbahan ekstrak bonggol pisang dan belimbing wuluh untuk efisiensi produksi minyak kelapa. Disusul oleh SMK Negeri 1 Kawunganten di posisi kedua dengan sistem pemilah sampah otomatis berbasis AI dan IoT bernama “SEMAR”. Tempat ketiga diraih SMA Negeri 1 Maos melalui “MOCA (Mosquito Clock Alert)”, alat pendeteksi nyamuk Aedes aegypti berbasis frekuensi kepakan sayap.

​Sementara di kategori Masyarakat Umum, Universitas Komputama Cilacap keluar sebagai pemenang lewat inovasi pemanfaatan limbah klobot jagung menjadi suvenir bernilai ekonomi. Juara kedua diraih mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui teknologi energi baru terbarukan modular berbasis surya dan angin bernama “HIEREN”, dan juara ketiga ditempati oleh inovasi Tempat Sampah Pencacah (TSP) yang mendukung ekonomi sirkular.

​Adapun penghargaan tertinggi Riset Unggulan Daerah (RUD) 2026 dianugerahkan kepada tim peneliti yang mengangkat judul “Transformasi UMKM Olahan Pisang di Kecamatan Sidareja melalui Optimalisasi Teknologi Pengasapan untuk Peningkatan Kualitas dan Hilirisasi Produk”. Atas capaian berbasis hilirisasi pangan tersebut, pemenang RUD berhak mendapatkan dana stimulan penelitian sebesar Rp 30 juta beserta piagam penghargaan resmi dari Bupati Cilacap.

 

Waktu Terbaik Berlibur ke Pantai Kemiren, Wisata Andalan Warga Cilacap dengan Tiket Terjangkau
Cilacap Ditarget Jadi Basis ‘Kandang Gajah’ PSI, Bos Edy Optimistis Bisa dan Mampu
Jelang Lebaran 2026, Bupati Syamsul Targetkan Jalur Mudik Cilacap Bebas Lubang
Gelombang Tinggi 4 Meter di Laut Selatan Jateng Mulai Hari Ini, BMKG Cilacap Minta Nelayan Hati-hati
Farid Ma’ruf Terpilih Aklamasi Kembali Pimpin PMI Cilacap 2026-2031
TAGGED:bappeda cilacapkrenova
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan