Wajah pariwisata malam di Kota Purwokerto kini tampil semakin semarak. Sinergi apik antara BLUD Pariwisata Banyumas dan pihak penyelenggara sukses menghadirkan gelaran lampu hias raksasa bertajuk Lumiland di Taman Mas Kemambang.
Kawasan terbuka hijau ini seketika bertransformasi menjadi hamparan instalasi cahaya tematik yang megah sekaligus interaktif bagi masyarakat umum.
Langkah inovatif ini mendapat respons positif dari Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat memantau langsung kondisi di lapangan. Dirinya menegaskan bahwa agenda hiburan malam terintegrasi semacam ini merupakan magnet baru yang sangat dinantikan oleh warga lokal maupun wawancara dari luar daerah.
“Ini pertama kali di Banyumas Raya ada festival lampu sebesar dan selengkap ini. Suasananya luar biasa hidup,” ujar Sadewo, mengutip unggahan di akun Instagram resminya @sadewo.id, Jumat (29/5/2026).
Wahana Planetarium LED dan Spot Foto Estetik
Berbeda dari sekadar pameran lampion pada umumnya, Lumiland Purwokerto dikonsep secara matang agar ramah bagi semua kalangan usia, dari anak-anak hingga kelompok pemuda Gen Z. Begitu melangkah masuk, perhatian pengunjung langsung tersedot oleh maskot balon kucing raksasa serta terowongan pelangi (rainbow tunnel) yang memancarkan pendaran cahaya magis.
Magnet utama yang paling mencuri perhatian adalah replika sistem tata surya. Penyelenggara mendesain simulasi planet-planet di atas jutaan lampu LED, menciptakan atmosfer layaknya berjalan menembus ruang angkasa. Di luar itu, kemeriahan pameran dilengkapi dengan panggung hiburan, stan kuliner nusantara, lorong asmara (love tunnel), hingga hiasan ubur-ubur gantung yang sangat fotogenik.

Jadwal Penyelenggaraan dan Sistem Dua Sif
Pesta cahaya tengah kota ini dipastikan berlangsung marak selama 47 hari, terhitung sejak 27 Mei hingga 12 Juli 2026.
Guna mengantisipasi lonjakan arus pelancong, manajemen Taman Apung Mas Kemambang menetapkan penyesuaian operasional harian yang dibagi ke dalam dua sif terpisah:
- Sif Pertama (Kunjungan Pagi/Siang): Berlangsung pukul 08.00–14.00 WIB, dikhususkan untuk aktivitas rekreasi taman reguler seperti hari biasa.
- Sif Kedua (Event Spesial Lumiland): Berlangsung pukul 16.00–23.00 WIB, menjadi waktu utama di mana seluruh instalasi lampu hias mulai diaktifkan.
Rincian Harga Tiket Masuk Serta Biaya Parkir
Selaras dengan pembagian jam buka di atas, sistem pergantian sif harian berimbas pada penyesuaian harga tiket masuk ke area lokasi:
1. Harga Tiket Masuk (HTM)
- Tarif Sif Pertama (08.00–14.00 WIB): Rp3.000 per orang.
- Tarif Sif Kedua / Area Lumiland (16.00–23.00 WIB):
- Pengunjung Dewasa: Rp35.000 per orang.
- Pengunjung Anak-anak: Rp20.000 per orang.
- Anak-anak di bawah umur 3 tahun: Gratis.
2. Retribusi Parkir
- Roda Dua/Sepeda Motor: Rp2.000
- Roda Empat/Mobil: Rp5.000
Panduan Penting untuk Pengunjung Lumiland
Demi kenyamanan dan kelancaran Anda saat berwisata di area festival, simak beberapa poin rekomendasi berikut:
- Datang Lebih Awal di Sif Kedua: Sangat disarankan tiba di lokasi mulai pukul 16.00 WIB demi menyaksikan momen transisi senja romantis sebelum lampu dinyalakan secara serentak.
- Gunakan Busana Berwarna Cerah: Memakai baju berwarna terang atau putih akan membuat hasil jepretan foto Anda terlihat lebih kontras dan menyala di tengah latar belakang lampu LED.
- Gunakan Layanan Foto Ekonomis: Tak perlu cemas jika gawai Anda kurang memadai. Pihak panitia menggandeng fotografer lokal dan menyediakan stan video 360 derajat interaktif dengan tarif bersahabat mulai dari Rp5.000.
- Siapkan Fleksibilitas Transaksi: Sediakan uang pas maupun saldo dompet digital guna mempercepat proses transaksi di loket masuk ataupun saat berburu camilan malam di area food court.
Langkah strategis ini bukan sekadar menyuguhkan hiburan visual bagi publik, melainkan juga bagian dari cetak biru perluasan destinasi berbasis ruang terbuka untuk memicu geliat ekonomi malam (night tourism economy) di Banyumas.
Melalui magnet wisata ini, pemerintah daerah optimistis angka kunjungan pelancong bakal melonjak, durasi tinggal wisatawan di area perkotaan bertambah lama, serta roda ekonomi para pelaku UMKM dan pemilik lapak di sekitar area Taman Apung Mas Kemambang ikut berputar lebih kencang.

