Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) pada umumnya hanya difungsikan sebagai dokumen identitas kependudukan. Namun, di tangan kreatif para siswa dan guru SMK Cokroaminoto Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, kartu tersebut memiliki fungsi ganda yang revolusioner, yakni menjadi “kunci” untuk menghidupkan sepeda motor sekaligus mencegah pencurian.
Gagasan brilian ini diwujudkan dalam bentuk SIKAMOT SCW (Sistem Kendali Keamanan Motor SMK Cokroaminoto Wanadadi). Inovasi sistem keamanan kendaraan ini memanfaatkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang memang sudah tertanam di dalam setiap keping e-KTP.
Karya ini lahir dari sinergi pembelajaran antara siswa dan guru dari dua jurusan, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Sepeda Motor (TSM). Mereka sukses menggabungkan keahlian di bidang teknologi informasi dan mekanik otomotif ke dalam satu proyek yang aplikatif.
Salah satu anggota tim pengembang sekaligus guru TSM, Suswan, mengungkapkan bahwa ide SIKAMOT SCW berawal dari keprihatinan terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di tengah masyarakat. Sistem pengaman bawaan pabrik kerap kali dinilai masih bisa diakali oleh pelaku kejahatan. Kondisi inilah yang memicu para siswa untuk meriset sistem pengamanan alternatif yang praktis namun berteknologi tinggi.
”Kami ingin membuat sistem keamanan yang mudah digunakan karena memanfaatkan e-KTP yang hampir selalu dibawa pemilik kendaraan. Harapannya, teknologi ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan keamanan sepeda motor,” ujar Suswan, Ahad (21/6/2026).
Suswan menjelaskan, cara kerja SIKAMOT SCW terbilang sederhana bagi pengguna. Pemilik kendaraan cukup menempelkan e-KTP yang telah didaftarkan sebelumnya pada sensor RFID yang disembunyikan di area tertentu pada sepeda motor. Begitu data kartu dikenali oleh sistem, rangkaian kelistrikan akan otomatis aktif dan mesin dapat dihidupkan. Sebaliknya, jika e-KTP yang ditempelkan tidak terdaftar, mesin motor akan mati total dan alarm atau sistem kelistrikan akan tetap terkunci.
Inovasi ini rupanya tidak berhenti sampai di sini. Tim SIKAMOT SCW tengah menyiapkan pengembangan lanjutan dengan menyematkan fitur GPS Tracking. Fitur ini nantinya memungkinkan posisi kendaraan terlacak secara seketika (real-time) jika terjadi tindak pencurian. Sistem tersebut juga ditargetkan terintegrasi dengan aplikasi ponsel pintar agar manajemen keamanan kendaraan semakin efisien.
Guru TKJ yang juga tergabung dalam tim pengembang, Umar Abdur Rahman, menyoroti sisi edukasi dari inovasi ini. Menurutnya, pembuatan alat ini merupakan wadah integrasi berbagai kompetensi yang diajarkan di sekolah. Siswa TKJ berfokus pada pemrograman mikrokontroler, desain perangkat elektronik, dan integrasi RFID. Sementara itu, siswa TSM mengeksekusi instalasi kelistrikan serta sinkronisasi perangkat pada unit sepeda motor.
”Kolaborasi lintas jurusan itu menjadi bentuk penerapan Project Based Learning, di mana siswa belajar menyelesaikan persoalan nyata melalui kerja sama dan inovasi,” jelas Umar.
Menurut Umar, karya seperti SIKAMOT SCW membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu merespons kebutuhan masyarakat sehari-hari dengan solusi teknologi. “Di SMK Cokroaminoto Wanadadi, sebuah kartu identitas berhasil disulap menjadi perangkat keamanan yang membuka peluang baru bagi pengembangan teknologi otomotif berbasis karya anak bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Guru TSM lainnya, Enggar Budhi Prasetyo, menilai inovasi ini merupakan langkah konkret sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kreatif dan solutif. “Melalui proyek-proyek semacam ini, siswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga belajar menciptakan solusi yang berpotensi diterapkan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Adapun tim pengembang SIKAMOT SCW dari SMK Cokroaminoto Wanadadi Banjarnegara terdiri dari kolaborasi erat antara murid dan guru, yaitu Edzar Surya Al Ghani selaku Murid Kelas XII TSM B, Andika Rizki Saputra selaku Murid Kelas XII TKJ A, Suswan selaku Guru TSM, Umar Abdur Rahman selaku Guru TKJ, dan Enggar Budhi Prasetyo selaku Guru TSM.

