cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Seniman Karangmoncol Purbalingga Pamerkan 20 Karya Lukis Berkarakter Rajut di Kie Art Space
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Seniman Karangmoncol Purbalingga Pamerkan 20 Karya Lukis Berkarakter Rajut di Kie Art Space
Banyumas Raya

Seniman Karangmoncol Purbalingga Pamerkan 20 Karya Lukis Berkarakter Rajut di Kie Art Space

Redaksi Cilacap Today
Last updated: 22 Juni 2026 00:25
Redaksi Cilacap Today
Published: 22 Juni 2026
Share
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, secara resmi membuka pameran tunggal lukisan karya Imam Ghozali di Kie Art Space, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Sabtu (20/6).(Foto: Prokompim Purbalingga)
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, secara resmi membuka pameran tunggal lukisan karya Imam Ghozali di Kie Art Space, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Sabtu (20/6).(Foto: Prokompim Purbalingga)
SHARE

Kreativitas seniman lokal Kabupaten Purbalingga kembali mendapat panggung terhormat. Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, bersama Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Purbalingga, secara resmi membuka pameran tunggal lukisan karya Imam Ghozali di Kie Art Space, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Sabtu (20/6).

​Pameran bertajuk “Menimbang Rasa Merajut Kebahagiaan” ini menjadi ruang apresiasi bagi pelukis asal Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol tersebut. Imam Ghozali dikenal luas di kalangan pencinta seni berkat teknik melukisnya yang unik, di mana setiap objeknya memiliki detail visual menyerupai rajutan kain peniti tangan.

​Penyelenggara pameran dari Kie Art Projects, Gita Yohana, mengungkapkan bahwa pameran ini sengaja digelar untuk mengenalkan potensi seniman lokal ke kancah yang lebih luas, termasuk kepada para kolektor seni nasional. Ia menceritakan, Imam Ghozali yang sehari-hari berprofesi sebagai petani memiliki bakat alam yang luar biasa.

​”Seiring berjalannya waktu, kami mencoba mengeksplorasi beberapa karakter, dan yang paling pas ternyata objek-objek yang lucu layaknya boneka, namun dengan detail menyerupai rajutan tangan,” ujar Gita. Karakter unik inilah yang kini mulai memikat hati para kolektor dari berbagai kota besar di Indonesia.

​Pameran yang berlangsung hingga 28 Juni mendatang ini menyuguhkan 20 karya lukisan. Sang seniman, Imam Ghozali, menjelaskan bahwa melalui lukisan-lukisan berkarakter jenaka tersebut, ia ingin mengajak pengunjung bernostalgia dan merefleksikan kembali arti kebahagiaan sederhana.

​”Walaupun terlihat lucu dan sederhana, ada cerita di balik setiap karya. Saya ingin mengajak pengunjung menemukan kembali makna kebahagiaan yang sering terlupakan di tengah kesibukan, seperti kebahagiaan di masa kecil,” tutur Imam.

 

​Pemkab Siapkan Ruang Publik untuk Ekosistem Seni

​Apresiasi tinggi datang dari Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Menurutnya, dedikasi Imam Ghozali membuktikan bahwa latar belakang profesi bukan hambatan untuk melahirkan karya seni bernilai tinggi yang membanggakan daerah.

Baca Juga  Menyesuaikan PP 16/2026, Pemkab Purbalingga Tambah Raperda Desa dalam Propemperda

​”Kami sangat mengapresiasi ketekunan Mas Imam Ghozali. Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga berterima kasih kepada Kie Art Projects yang terus konsisten mengawal dan memberi panggung bagi perupa lokal,” kata Wabup Dimas.

​Merespons perkembangan positif ini, Wabup Dimas menyatakan bahwa Pemkab Purbalingga berkomitmen penuh untuk mendukung ekosistem seni daerah. Saat ini, pihaknya tengah m

engkaji optimalisasi beberapa fasilitas publik milik pemerintah untuk dijadikan ruang pameran permanen yang representatif bagi para seniman.

​”Kami sudah berdiskusi dengan Bidang Kebudayaan Dindikbud serta Dinporapar. Ada beberapa lokasi potensial yang dibidik, seperti GOR Mahesa Jenar dan Purbalingga Food Centre. Kami mohon doa restu agar komitmen mewujudkan Purbalingga yang inklusif dan ramah terhadap kegiatan kesenian ini bisa segera terealisasi,” pungkasnya.

 

5 Alasan Utama Museum Pangsar Soedirman Jadi Destinasi Wajib di Banyumas
HUT Banyumas ke-455 Diwarnai Demo, Mahasiswa Tagih Janji Soal Pajak hingga Anak Putus Sekolah
Purbalingga Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo
Gratis Masuk! Ini Jadwal Lengkap Rans Carnival di Menara Teratai Purwokerto
Viral Lapangan Kemutug Lor Baturraden, Panorama Gunung Slamet dan Tiket Murah Jadi Magnet Wisata
TAGGED:dimas prasetyahaniimam ghozalikie art space
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan