Guna mengoptimalkan pertumbuhan vegetasi dan menjaga kelestarian ruang publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memutuskan untuk membatasi akses ke area tengah Alun-alun Purwokerto.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari program pemeliharaan berkala agar hamparan hijau ikon kota tersebut tetap tumbuh sehat dan terjaga keindahannya secara jangka panjang.
Langkah sterilisasi ini menjadi sangat krusial mengingat beban aktivitas komunal publik di lokasi tersebut tergolong tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui agenda pemeliharaan yang terstruktur ini, petugas di lapangan fokus melakukan perbaikan menyeluruh, meliputi pemangkasan berkala, pemberian pupuk, hingga penyulaman kembali bagian tanah yang mulai gundul akibat tingginya mobilitas pengunjung harian.
Pembatasan Akses Rumput Berlangsung Selama Enam Hari
Penutupan area hijau ini diumumkan secara terbuka oleh pihak DLH Banyumas melalui kanal media sosial resminya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses pengerjaan dan sterilisasi lapangan utama ini akan memakan waktu kurang lebih hampir sepekan demi memastikan seluruh lini tanaman mendapatkan perawatan optimal.
“Dalam rangka perawatan rutin, area rumput Alun-alun Purwokerto untuk sementara ditutup dan tidak dapat digunakan mulai Tanggal 18-23 Mei Sore,” tulis pengumuman @dlhbanyumas, dikutip cilacaptoday.com pada Selasa (19/5/2026).
Oleh karena itu, instansi terkait mengimbau dengan sangat agar masyarakat luas dapat bekerja sama untuk tidak melintasi atau beraktivitas di atas rumput sepanjang masa pemeliharaan tersebut berjalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area rumput selama masa perawatan berlangsung. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya dalam menjaga Alun-alun Purwokerto tetap bersih indah dan lestari,” imbaunya.
Kerinduan Warga Banyumas Usai Penantian Tujuh Tahun
Momentum pemeliharaan ini sejatinya bergulir tidak lama setelah Alun-alun Purwokerto mencatatkan sejarah baru bagi publik Banyumas. Kawasan ini baru saja dibuka kembali secara bebas untuk umum sejak Sabtu (18/4/2026) lalu, setelah sempat dilarang untuk diinjak oleh aktivitas luar ruangan warga selama kurang lebih tujuh tahun lamanya.
Kebijakan pembukaan akses yang dilakukan sebulan lalu tersebut langsung disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat lokal dan sekitarnya.
Mengingat posisinya yang strategis di pusat peradaban perkotaan, warga memang telah lama mendambakan sebuah ruang terbuka hijau (RTH) yang inklusif, ramah, serta nyaman untuk dijadikan tempat berinteraksi dan bersantai bersama keluarga.
Penyediaan Infrastruktur Kebersihan Portabel
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang kini diperbolehkan menggelar tikar dan duduk langsung di atas rumput sejak April lalu, Pemkab Banyumas telah menyiagakan sejumlah sarana pendukung.
Salah satu langkah konkret yang diambil pemerintah daerah adalah menyediakan banyak tempat sampah portabel di titik-titik krusial.
Infrastruktur penampung limbah ini diletakkan secara menyebar di sepanjang lingkar luar lapangan tengah. Penempatan fasilitas ini bertujuan untuk mempermudah pengunjung serta para pedagang dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
Dengan demikian, kebersihan dan estetika kawasan Alun-alun Purwokerto diharapkan tetap prima dan higienis setelah masa pemeliharaan ini rampung.
Mewujudkan Ruang Publik yang Lestari Melalui Kesadaran Bersama
Upaya sterilisasi ini diharapkan dapat mengembalikan kesegaran vegetasi Alun-alun Purwokerto hingga kembali tampak hijau royo-royo saat kembali dibuka nanti.
Kendati demikian, kerja keras jajaran kedinasan dalam merawat fasilitas publik tentu tidak akan menyentuh hasil maksimal tanpa adanya partisipasi aktif dan kesadaran lingkungan dari setiap pengunjung yang datang.
Melalui pembatasan akses sementara ini, Pemkab Banyumas kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang terbuka hijau yang sehat, rapi, dan berwawasan lingkungan.
Masyarakat diharapkan dapat bersabar selama beberapa hari ke depan dan bersama-sama menjaga aset kebanggaan warga Purwokerto ini agar terus berkelanjutan hingga generasi mendatang.

