Suasana di Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, mendadak mencekam pada Senin (11/5/2026) pagi. Seorang pria paruh baya berinisial S (61) melakukan aksi nekat memanjat atap lantai dua rumahnya sambil membawa senjata tajam (sajam).
Aksi yang berlangsung selama hampir tiga jam sejak pukul 07.30 WIB tersebut diduga kuat merupakan upaya percobaan bunuh diri. S, yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas kebersihan lingkungan, membuat warga cemas setelah menunjukkan gelagat depresi dan membahayakan nyawa sendiri.
Siti Zaenah, salah seorang saksi mata, menuturkan bahwa sebelum memanjat atap, S sempat menitipkan pesan terakhir kepadanya.
“Mbak, kalau saya mati tolong makamkan saya, saya mau bunuh diri,” ujar Siti menirukan ucapan korban.
Melihat situasi yang kian genting, Siti segera menghubungi istri S melalui pesan singkat. Tak berselang lama, lokasi kejadian dipadati warga yang menyaksikan proses negosiasi dramatis tersebut.
Motif Asmara dan Keretakan Rumah Tangga
Berdasarkan keterangan di lapangan, aksi nekat tersebut dipicu oleh persoalan rumah tangga. S dikabarkan tidak rela diceraikan oleh istrinya. Sang istri, yang bekerja di sebuah salon di kawasan Moro, diketahui sudah satu minggu tidak pulang ke rumah dan telah melayangkan permintaan cerai.
Namun, S menolak keras keinginan tersebut karena mengaku masih sangat mencintai istrinya. Pergolakan batin itulah yang diduga memicu S melakukan tindakan berbahaya di atas atap rumah yang ia tempati bersama anak dan orang tuanya.
Proses Evakuasi Melibatkan Tim Gabungan
Merespons laporan masyarakat, pihak kepolisian dari Polsek Purwokerto Selatan segera mengamankan lokasi. Kapolsek Purwokerto Selatan, Kompol Puji Nurochman, menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan tim lintas instansi untuk menyelamatkan korban.
”Kami berkoordinasi dengan Satbrimob, BPBD, Damkar, dan tim medis untuk memastikan evakuasi berjalan aman. Strategi utama kami adalah pendekatan persuasif,” ujar Kompol Puji di lokasi kejadian, Senin.
Petugas kemudian menghadirkan istri S ke lokasi untuk membujuk suaminya agar bersedia turun. Setelah proses negosiasi yang alot, upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.00 WIB, S berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.
”Alhamdulillah, dengan bantuan tim dan kehadiran istrinya, warga tersebut bisa kita selamatkan,” tambah Kapolsek.
Meskipun sempat melakukan aksi ekstrem, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi kejiwaan S cenderung stabil. Kompol Puji menyebut tindakan tersebut murni dipicu oleh tekanan emosional terkait masalah keluarga. Saat ini, S telah dibawa ke Rumah Sakit Banyumas untuk mendapatkan perawatan medis serta pendampingan psikis lebih lanjut.

