cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Tak Mau Diceraikan, Pria di Banyumas Nekat Panjat Atap Sambil Bawa Senjata Tajam
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Tak Mau Diceraikan, Pria di Banyumas Nekat Panjat Atap Sambil Bawa Senjata Tajam
Banyumas Raya

Tak Mau Diceraikan, Pria di Banyumas Nekat Panjat Atap Sambil Bawa Senjata Tajam

Wahyu Sumantri
Last updated: 11 Mei 2026 17:21
Wahyu Sumantri
Published: 11 Mei 2026
Share
Suminto (61), warga Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas berhasil dievakuasi, setelah nekat melakukan percobaan bunuh diri, Senin (11/05/2026).(Foto : Wahyu Sumantri)
Suminto (61), warga Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, berhasil dievakuasi, setelah nekat melakukan percobaan bunuh diri, Senin (11/05/2026).(Foto : Wahyu Sumantri)
SHARE

Suasana di Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, mendadak mencekam pada Senin (11/5/2026) pagi. Seorang pria paruh baya berinisial S (61) melakukan aksi nekat memanjat atap lantai dua rumahnya sambil membawa senjata tajam (sajam).

Contents
  • ​Motif Asmara dan Keretakan Rumah Tangga
  • ​Proses Evakuasi Melibatkan Tim Gabungan

​Aksi yang berlangsung selama hampir tiga jam sejak pukul 07.30 WIB tersebut diduga kuat merupakan upaya percobaan bunuh diri. S, yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas kebersihan lingkungan, membuat warga cemas setelah menunjukkan gelagat depresi dan membahayakan nyawa sendiri.

​Siti Zaenah, salah seorang saksi mata, menuturkan bahwa sebelum memanjat atap, S sempat menitipkan pesan terakhir kepadanya.

“Mbak, kalau saya mati tolong makamkan saya, saya mau bunuh diri,” ujar Siti menirukan ucapan korban.

​Melihat situasi yang kian genting, Siti segera menghubungi istri S melalui pesan singkat. Tak berselang lama, lokasi kejadian dipadati warga yang menyaksikan proses negosiasi dramatis tersebut.

 

​Motif Asmara dan Keretakan Rumah Tangga

​Berdasarkan keterangan di lapangan, aksi nekat tersebut dipicu oleh persoalan rumah tangga. S dikabarkan tidak rela diceraikan oleh istrinya. Sang istri, yang bekerja di sebuah salon di kawasan Moro, diketahui sudah satu minggu tidak pulang ke rumah dan telah melayangkan permintaan cerai.

​Namun, S menolak keras keinginan tersebut karena mengaku masih sangat mencintai istrinya. Pergolakan batin itulah yang diduga memicu S melakukan tindakan berbahaya di atas atap rumah yang ia tempati bersama anak dan orang tuanya.

 

​Proses Evakuasi Melibatkan Tim Gabungan

​Merespons laporan masyarakat, pihak kepolisian dari Polsek Purwokerto Selatan segera mengamankan lokasi. Kapolsek Purwokerto Selatan, Kompol Puji Nurochman, menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan tim lintas instansi untuk menyelamatkan korban.

Baca Juga  Jadi Buruan Pecinta Dessert, Intip Fenomena ‘War Cheesecake’ di Utomo House Purwokerto, Hidden Gem yang Lagi Viral!

​”Kami berkoordinasi dengan Satbrimob, BPBD, Damkar, dan tim medis untuk memastikan evakuasi berjalan aman. Strategi utama kami adalah pendekatan persuasif,” ujar Kompol Puji di lokasi kejadian, Senin.

​Petugas kemudian menghadirkan istri S ke lokasi untuk membujuk suaminya agar bersedia turun. Setelah proses negosiasi yang alot, upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.00 WIB, S berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.

​”Alhamdulillah, dengan bantuan tim dan kehadiran istrinya, warga tersebut bisa kita selamatkan,” tambah Kapolsek.

​Meskipun sempat melakukan aksi ekstrem, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi kejiwaan S cenderung stabil. Kompol Puji menyebut tindakan tersebut murni dipicu oleh tekanan emosional terkait masalah keluarga. Saat ini, S telah dibawa ke Rumah Sakit Banyumas untuk mendapatkan perawatan medis serta pendampingan psikis lebih lanjut.

 

Terdakwa Dugaan Korupsi di Campakoah Mrebet Divonis Bersalah
Persibas vs Persak, Waspada Tiket Palsu!
Bupati Purbalingga: Wayang Kulit Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Edukasi Moral
Jadwal Imsakiyah Kabupaten Banyumas dan Sekitarnya Sebulan Penuh
2 Terduga Penipu yang Dijebak Polisi di Purwokerto, Akan Divonis Pekan Depan
TAGGED:banyumaskarangpucungpurwokerto selatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan