Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra-putri daerah dari SMA Negeri 2 Cilacap di kancah internasional.
Melalui inovasi kuliner tradisional, tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) sekolah tersebut berhasil menyabet Medali Emas dalam ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) ke-4 tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Para siswa ini berhasil mengubah citra Brekecek Pathak Jahan, kuliner khas Cilacap yang biasanya cepat basi, menjadi produk modern siap saji dalam kemasan kaleng yang tahan lama.
Inovasi Limbah Ikan Menjadi Produk Global
Tim yang digawangi oleh Zahrana Nur Azizah, Sabrina Fitri Matalin, Arya Sentika Rudinsyah, Fiki Ardiansyah, Satyagraha Gathaya Markam, dan Shanta Aurelia Setyawan ini mengangkat judul penelitian:
“Innovation in Canning Brekecek Pathak Jahan as a Ready to Eat Traditional Food Product Based on Fish Waste.”
Inovasi ini fokus pada pengolahan bagian kepala ikan jahan (yang sering dianggap limbah) menjadi hidangan lezat dengan teknik pengalengan modern.
Keunggulan Brekecek Kaleng karya SMAN 2 Cilacap:
Ketahanan Produk: Jika biasanya Brekecek hanya bertahan 24 jam, dalam kemasan kaleng ini produk bisa awet hingga 1 tahun.
Higienis & Modern: Diproses dengan standar kebersihan tinggi namun tetap mempertahankan cita rasa autentik.
Siap Saji: Memudahkan distribusi kuliner khas Cilacap ke luar daerah bahkan mancanegara tanpa takut basi.
Singkirkan Ratusan Rival dari 9 Negara
Kemenangan ini diraih setelah melalui persaingan ketat. Tercatat ada 364 tim dari 9 negara yang berpartisipasi, termasuk peserta dari Malaysia, Filipina, Thailand, Bangladesh, Turki, Meksiko, hingga Hong Kong.
Kompetisi digelar secara hybrid, di mana babak online berlangsung pada 7-9 Januari 2026, sementara babak final offline dilaksanakan di Bogor pada 15-18 Januari 2026.
Apresiasi Kepala Sekolah
Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Dra. Masripah, M.M.Pd, mengaku sangat bangga atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, prestasi ini adalah kado indah di awal tahun 2026.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk tim KIR dari SMA Negeri 2 Cilacap. Prestasi ini menjadi lembaran awal kesuksesan siswa-siswi kami setahun ke depan dan seterusnya,” ujar Masripah.
Ia juga menekankan bahwa inovasi ini bukan sekadar mengejar medali, tapi juga bentuk kontribusi nyata bagi Kabupaten Cilacap agar kuliner lokalnya memiliki daya saing di level global.

