cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: dr Boyke Bicara HIV/AIDS di Kilang Cilacap, Tekankan Pentingnya Edukasi Tanpa Stigma
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > dr Boyke Bicara HIV/AIDS di Kilang Cilacap, Tekankan Pentingnya Edukasi Tanpa Stigma
Cilacap

dr Boyke Bicara HIV/AIDS di Kilang Cilacap, Tekankan Pentingnya Edukasi Tanpa Stigma

Tri Aji
Last updated: 9 Februari 2026 10:47
Tri Aji
Published: 9 Februari 2026
Share
dr Boyke saat memberikan pemaparan edukasi HIV/AIDS di Kilang Cilacap. (Kilang Cilacap).
dr Boyke saat memberikan pemaparan edukasi HIV/AIDS di Kilang Cilacap. (Kilang Cilacap).
SHARE

Kilang Cilacap menghadirkan pakar kesehatan seksual, dr Boyke Dian Nugraha, dalam seminar edukasi HIV/AIDS sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mematahkan stigma terhadap penderita. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas literasi kesehatan di lingkungan kerja maupun masyarakat umum.

Seminar bertema Help, Prevent and Educate People (HOPE) HIV/AIDS tersebut berlangsung di Gedung Patra Graha Cilacap, Minggu (8/2/2026). Agenda ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026 di lingkungan Kilang Cilacap.

Ketua Panitia Bulan K3 2026 Kilang Cilacap, Johan Khaeri, menyebut pengangkatan isu HIV/AIDS penting dilakukan karena masih dianggap tabu di sebagian kalangan.

“HIV/AIDS sering dipandang sensitif, padahal edukasi yang benar justru menjadi kunci pencegahan. Kami ingin membuka ruang diskusi tanpa stigma,” kata Johan dalam keterangannya.

Manager Health, Safety, Security & Environment (HSSE) Kilang Cilacap, Reza Merizki Siregar, menambahkan HIV/AIDS menjadi ancaman kesehatan yang dapat menyerang siapa saja, terutama kelompok usia produktif.

“Mayoritas kasus berada pada rentang usia 20 hingga 40 tahun. Ini menjadi alarm bahwa edukasi harus terus diperkuat, termasuk di lingkungan kerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga September 2025, tercatat 525 kasus AIDS di Jawa Tengah, dengan Kabupaten Cilacap menempati peringkat kelima sebanyak 254 kasus.

Dalam paparannya, dr Boyke menegaskan hingga kini belum ada obat maupun vaksin yang mampu menyembuhkan atau mencegah HIV. Terapi antiretroviral (ARV) hanya berfungsi menekan perkembangan virus dan harus dikonsumsi seumur hidup.

“Karena belum ada obat dan vaksin, pencegahan non-medis menjadi benteng utama untuk memutus penularan HIV,” tegas dr Boyke.

Ia juga menekankan pentingnya perilaku hidup sehat, kesetiaan pada pasangan, menghindari narkoba, serta penyebaran informasi HIV/AIDS yang benar.

Baca Juga  Teluk Penyu Hingga Bandara Tunggul Wulung Masuk Prioritas Pengembangan Cilacap

Selain dr Boyke, seminar ini juga menghadirkan psikolog Zoya Amirin yang menyoroti kuatnya stigma HIV/AIDS serta pentingnya edukasi kesehatan seksual sejak dini.

Melalui seminar ini, Kilang Cilacap menegaskan komitmen mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, sejalan dengan semangat Bulan K3 2026 untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan inklusif.

 

Cilacap Night Carnival 2026 Sukses Digelar, Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif Daerah
2 Tamping Andalan Lapas Nirbaya Nusakambangan Bebas, Kisah Kerja Keras dari Teknisi hingga Koki
Kapal Perang Australia Sandar di Pelabuhan Cilacap, 27 Kru Diperiksa Imigrasi
Waket DPRD Sindy Dorong Tarik Investor ke Cilacap di Tengah Tekanan Fiskal
Main di Irigasi, Pelajar 13 Tahun Tewas Tenggelam di Cipari Cilacap
TAGGED:dr boykehiv aidskilang cilacapkilang pertamina cilacap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan