Tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur meninggalkan luka mendalam bagi banyak pihak. Hingga kini, insiden tersebut dilaporkan menewaskan 16 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Salah satu korban meninggal dunia diketahui berasal dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ia adalah Enggar Retno, warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, yang turut menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut.
Suasana Haru di Rumah Duka
Duka mendalam menyelimuti rumah keluarga korban. Sejak kabar meninggalnya Enggar Retno, rumah duka dipenuhi pelayat yang datang silih berganti. Keluarga, kerabat, hingga tetangga sekitar hadir untuk memberikan doa dan dukungan moral.
Kabar Terakhir Sebelum Insiden
Suami korban, Bryan Samuel Adrianus, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian nahas itu, sang istri sempat mengabarkan kondisi perjalanan. Saat itu, Enggar tengah dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Jakarta menuju Cikarang menggunakan KRL.
Ia menjelaskan, istrinya sempat transit di Bekasi karena tidak mendapatkan kereta langsung ke Cikarang. Setelah melanjutkan perjalanan, Enggar kembali memberi kabar bahwa perjalanan sempat terhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan.
“Terakhir komunikasi sekitar pukul setengah sembilan malam. Dia bilang ada trouble di Bekasi Timur, setelah itu sudah tidak ada kabar lagi,” ujarnya.
Sejak saat itu, keluarga tidak lagi menerima kabar hingga akhirnya mendapatkan informasi bahwa Enggar menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tersebut.
Pemakaman Diiringi Isak Tangis
Jenazah Enggar dimakamkan pada Rabu (29/4/2026) di tempat pemakaman umum desa setempat. Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.
Kehilangan mendadak ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kerabat dan warga sekitar turut mengiringi prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Tragedi tabrakan kereta ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan trauma dan duka mendalam bagi para keluarga korban.

