Berbicara soal kuliner di Cilacap, Jawa Tengah, tak lengkap rasanya jika belum menyebut nama Restoran Sien Hieng. Berdiri sejak tahun 1940, restoran ini bukan sekadar tempat makan, melainkan saksi bisu sejarah perkembangan kota pesisir selatan ini selama lebih dari delapan dekade.
​Dikenal luas sebagai Chinese Food legend, Sien Hieng tetap kokoh berdiri di tengah gempuran tren kuliner modern. Rahasianya? Konsistensi resep turun-temurun dan teknik memasak tradisional yang tetap dijaga autentisitasnya.
​Populer dengan Sebutan ‘Restoran Perapatan’
​Restoran ini memiliki lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 62, Sidakaya, Cilacap Selatan. Karena letaknya yang berada tepat di persimpangan jalan, warga lokal lebih akrab menyebutnya sebagai Restoran Perapatan.
​Interior restoran pun masih mempertahankan nuansa klasik dengan meja bundar besar (round table), yang menciptakan suasana hangat untuk makan tengah bersama keluarga besar.

​Menu Ikonik: Dari Babi Panggang hingga Ifumie
​Sebagai restoran spesialis masakan Tiongkok klasik, Sien Hieng menawarkan beragam menu yang menggugah selera. Salah satu primadonanya adalah Babi Panggang Crispy yang memiliki tekstur kulit renyah namun daging tetap lembut.
​Bagi pecinta sayuran dan seafood, Capcay goreng dan Sapo Tahu di sini dikenal memiliki porsi melimpah dengan tingkat kematangan sayur yang pas. Tak ketinggalan, Fuyunghai tebal dengan siraman saus asam manis yang pas di lidah juga menjadi favorit lintas generasi.
​Harga dan Jam Operasional Sien Hieng
​Meski menyandang status legendaris, harga yang ditawarkan masih cukup kompetitif. Menu di Sien Hieng dibanderol mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 150.000 per porsi. Mengingat porsinya yang cukup besar dan cocok untuk sharing, harga tersebut dinilai sangat sepadan.
​Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.45 WIB. Namun, jika Anda berencana berkunjung saat akhir pekan atau hari besar seperti Imlek, sangat disarankan untuk datang lebih awal agar tidak kehabisan tempat.
​Hingga saat ini, Sien Hieng terus menjadi destinasi nostalgia bagi banyak keluarga. Pelanggan yang dulu datang sewaktu kecil, kini kembali membawa anak cucu mereka untuk mencicipi rasa yang tidak pernah berubah sejak era 1940-an.
Catatan: Restoran ini menyajikan menu non-halal (mengandung babi), sehingga pengunjung disarankan untuk memperhatikan preferensi diet masing-masing.






