Di tengah riuhnya perkembangan kuliner modern, ada satu sudut di Cilacap yang tetap setia pada rasa lama.
Pagi hari di Jl. Srandil selalu menghadirkan aroma kuah rempah yang khas dari dapur Soto Ayam Sinar. Warung sederhana ini bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari denyut nadi kuliner Cilacap yang telah bertahan lebih dari empat dekade.
Bagi warga lokal, menikmati seporsi nasi soto di sini adalah rutinitas. Sementara bagi pendatang, Soto Ayam Sinar kerap disebut sebagai hidden gem yang tak boleh dilewatkan saat singgah ke kota pesisir selatan Jawa Tengah ini.
Dari Lapak Sederhana ke Ikon Kuliner Lokal
Melansir berbagai sumber, Soto Ayam Sinar dirintis oleh Pak Sutrisno pada 1982. Perjalanan usahanya dimulai dari berjualan secara sederhana, sebelum akhirnya menetap di lokasi yang sekarang ditempati sejak 1996.
Nama “Sinar” diyakini terinspirasi dari lokasi awal berjualan yang berada di sekitar Bioskop Sinar. Kini, bangunan bioskop tersebut telah beralih fungsi menjadi Hotel NS.
Meski lanskap kota berubah, warung soto ini tetap berdiri dan mempertahankan eksistensinya sebagai kuliner legendaris.
Lebih dari 40 tahun berjalan, resep yang digunakan tetap dijaga. Konsistensi inilah yang membuat pelanggan lama terus kembali, bahkan mengenalkannya kepada generasi berikutnya.
Lokasi Strategis, Waktu Jualan Terbatas
Soto Ayam Sinar beralamat di Jl. Srandil, Sidanegara, Kec. Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53212.
Berdasarkan informasi Google Maps, warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Meski jam operasionalnya terbilang singkat, pembeli kerap datang silih berganti sejak pagi.
Termasuk, langganan para jamaat yang baru saja melangsungkan ibadah. Tak jarang, sebelum waktu tutup tiba, porsi soto sudah ludes terjual.
Dengan konsep warung sederhana tanpa dekorasi berlebihan, tempat ini justru menghadirkan suasana makan yang hangat dan akrab.

Seporsi Soto Rp15.000 dengan Pilihan Lauk Goreng
Dari sisi harga, Soto Ayam Sinar tergolong ramah di kantong. Satu porsi soto dibanderol Rp15.000, harga yang relatif terjangkau untuk porsi yang mengenyangkan.
Selain menu utama soto dan nasi, tersedia pula aneka lauk tambahan yang bisa dipilih sesuai selera, seperti:
- Rempela Ati Goreng
- Brutu Goreng
- Kepala Goreng
- Sayap Goreng
Untuk minuman, pengunjung dapat memesan es teh, es jeruk, maupun kopi sebagai pelengkap santapan pagi atau siang.
Kombinasi harga terjangkau dan pilihan lauk yang variatif menjadikan warung ini diminati berbagai kalangan, mulai dari pekerja, mahasiswa, hingga keluarga.
Ciri Khas Rasa: Kuah Bening Tanpa Bumbu Kacang
Yang membedakan Soto Ayam Sinar dari sejumlah soto lain di Cilacap adalah racikannya.
Menu ini tidak menggunakan bumbu kacang, melainkan menambahkan kacang tanah goreng utuh sebagai pelengkap. Sensasi gurih dan renyah pun terasa lebih natural.
Dalam satu mangkuk, terdapat potongan ketupat, kecambah segar, bihun, seledri, suwiran daging ayam, serta kerupuk.
Komposisi ini menghadirkan perpaduan tekstur lembut dan renyah dalam satu suapan.
Keunggulan utamanya tetap pada kuahnya. Kuah bening berwarna kekuningan dengan aroma rempah lembut menjadi identitas rasa yang sulit dilupakan.
Gurihnya terasa pas, tidak berlebihan, sehingga tetap ringan dan nyaman dinikmati tanpa meninggalkan kesan enek.
Menjaga Rasa di Tengah Arus Modernisasi
Di saat banyak usaha kuliner berlomba tampil modern dan viral, Soto Ayam Sinar justru bertahan dengan kesederhanaan. Tidak ada konsep mewah atau dekorasi kekinian, namun rasa yang konsisten menjadi kekuatan utama.
Lebih dari sekadar tempat makan, warung ini menyimpan cerita perjalanan panjang sejak 1982.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan sisi autentik Kuliner Cilacap, berburu soto pagi di Soto Ayam Sinar bisa menjadi pilihan tepat—menikmati semangkuk hangat yang sarat sejarah dan cita rasa yang tetap terjaga hingga kini.
***

