cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Sekda Jateng Ajak Mahasiswa Akuntansi Undip Pahami Beda Akuntansi Bisnis dan Pemerintahan
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Jateng > Sekda Jateng Ajak Mahasiswa Akuntansi Undip Pahami Beda Akuntansi Bisnis dan Pemerintahan
Jateng

Sekda Jateng Ajak Mahasiswa Akuntansi Undip Pahami Beda Akuntansi Bisnis dan Pemerintahan

Syarif Tahmid
Last updated: 3 Februari 2026 17:44
Syarif Tahmid
Published: 3 Februari 2026
Share
Kuliah umum Akuntansi
Sekda Jateng saat memberikan kuliah umum pada mahasiswa akuntansi Unidp. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

BELAJAR Akuntansi tidak hanya sekadar masalah laba dan rugi. Ada hal yang mendasar perbedaan antara akuntansi komersial dan pemerintahan, terutama dari sisi tujuan serta bentuk pertanggungjawaban. Hal ini yang diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat ia mengisi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Program Studi Akuntansi Angkatan 2023 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung Grhadika Bakti Praja, Selasa (3/2/2026).

Contents
  • Akuntansi Pemerintahan Tak Bicara Laba, Tapi Akuntabilitas
  • Mahasiswa Diminta Kritis Menyikapi Isu APBD
  • Diskusi Interaktif, Mahasiswa Bahas Anggaran hingga Pajak

Dalam paparannya, Sumarno menjelaskan bahwa akuntansi komersial berorientasi pada kinerja keuangan perusahaan, dengan indikator utama berupa laba dan rugi. Sebaliknya, keuangan pemerintahan memiliki orientasi yang jauh berbeda.

“Akuntansi komersial bentuknya kinerja keuangan dengan laporan laba-rugi. Sedangkan akuntansi pemerintahan adalah bentuk pertanggungjawaban akuntabilitas. Laporannya berupa capaian kinerja yang dituangkan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah atau LKPD,” jelasnya.

Menurut Sumarno, akuntansi pemerintahan menuntut kejelasan penggunaan anggaran publik dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Akuntansi Pemerintahan Tak Bicara Laba, Tapi Akuntabilitas

Ratusan mahasiswa Akuntansi Undip yang dipimpin Ketua Program Studi Totok Dewayanto sengaja datang ke Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan gambaran langsung tentang pengelolaan keuangan pemerintah daerah, materi yang selama ini relatif terbatas dibahas di ruang kelas.

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama tata kelola keuangan publik.

“Belajar akuntansi itu mindset-nya harus transparan dan akuntabel. Mudah-mudahan adik-adik bisa menjadi virus-virus kebaikan yang menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan,” ujarnya.

Mahasiswa Diminta Kritis Menyikapi Isu APBD

Usai kegiatan, Sumarno berharap KKL ini dapat memberi mahasiswa pemahaman utuh mengenai realitas pengelolaan keuangan daerah. Ia menilai mahasiswa selama ini lebih akrab dengan praktik keuangan bisnis dibanding sektor publik.

Baca Juga  Pemadaman Listrik oleh PLN ULP Wonosobo pada 3-6 Maret 2026, Cek Perinciannya

“Dengan pemahaman ini, mahasiswa bisa menyaring informasi soal APBD yang beredar di media sosial. Mana yang hoaks dan mana yang fakta,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa berperan sebagai agen edukasi di tengah masyarakat terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sumarno menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah membuka diri bagi kampus lain yang ingin mempelajari tata kelola keuangan pemerintahan. Menurutnya, proses pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas.

“Yang paling penting adalah interaksi dan komunikasi. Manfaatnya akan terasa ketika adik-adik memasuki dunia kerja nanti,” katanya.

Diskusi Interaktif, Mahasiswa Bahas Anggaran hingga Pajak

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan beragam pertanyaan dari mahasiswa. Halim, mahasiswa asal Bekasi, menanyakan mekanisme pengelolaan dan realisasi anggaran daerah. Zakiya Nur Azizi mengangkat isu pengelolaan aset tetap pemerintah, sementara Evan mempertanyakan sistem pengelolaan pajak daerah.

Dialog ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami tantangan nyata pengelolaan keuangan sektor publik.

Perwakilan mahasiswa, Muhammad Dhiya Ulfikri, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari paparan Sekda Jateng. Menurutnya, penjelasan langsung dari praktisi pemerintahan memberi perspektif berbeda dibanding teori di kelas.

“Bapak Sekda memberikan gambaran sistem keuangan pemerintahan secara nyata. Ini menjadi bekal penting bagi kami ke depan,” ujarnya.

Pemadaman Listrik oleh PLN ULP Wonosobo pada 3-6 Maret 2026, Cek Perinciannya
Penganiayaan Berujung Kematian Istri dan Mertua di Buayan Kebumen: Motif Pelaku Terungkap
Liga 4 Jateng: Duel Ngapak Bisa Terjadi di Final
Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Kripto Lintas Negara, Rp 41 Miliar Diduga Mengalir ke Sindikat
Jadwal Salat Iduladha di Alun-alun Pancasila Kebumen dan Masjid Agung Kauman
TAGGED:akuntansimahasiswapemerintahan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan