cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Longsor dan Banjir Terjang Permukiman Karangpucung, 6 Rumah Terdampak
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Longsor dan Banjir Terjang Permukiman Karangpucung, 6 Rumah Terdampak
Cilacap

Longsor dan Banjir Terjang Permukiman Karangpucung, 6 Rumah Terdampak

Tri Aji
Last updated: 12 Februari 2026 18:50
Tri Aji
Published: 12 Februari 2026
Share
BPBD bersama Anggota DPRD Cilacap meninjau lokasi longsor di Karangpucung, Cilacap. (BPBD Cilacap)
BPBD bersama Anggota DPRD Cilacap meninjau lokasi longsor di Karangpucung, Cilacap. (BPBD Cilacap)
SHARE

Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memicu bencana longsor dan banjir yang menerjang permukiman warga. Sedikitnya enam rumah dilaporkan terdampak material longsor, sementara puluhan rumah lainnya berada dalam ancaman.

Contents
  • Permukiman di Cekungan Rawan Pergerakan Tanah
  • BPBD Minta Warga Siaga dan Siap Mengungsi
  • Longsor Juga Tutup Jalan di Cimanggu

Peristiwa terjadi di Dusun Kalipada, Desa Pamulihan, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap langsung melakukan peninjauan ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan serta mendata dampak yang ditimbulkan.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan, bencana diawali meluapnya aliran sungai akibat gorong-gorong tersumbat ranting bambu. Air yang tak mampu mengalir lancar kemudian meluber ke permukiman warga.

“Setelah kami lakukan pengecekan, banjir terjadi karena gorong-gorong tersumbat ranting bambu. Setelah dibersihkan, air berangsur surut,” kata Taryo, Kamis (12/2/2026).

 

Permukiman di Cekungan Rawan Pergerakan Tanah

Selain banjir, BPBD juga menemukan adanya pergerakan tanah dari tebing yang berada di sekitar permukiman. Kondisi geografis kawasan yang berada di cekungan dengan tebing di sekelilingnya dinilai meningkatkan risiko longsor, terutama saat hujan deras mengguyur dalam waktu lama.

BPBD mencatat enam rumah milik tujuh kepala keluarga dengan total 25 jiwa terdampak langsung longsoran. Selain itu, terdapat 24 rumah milik 27 kepala keluarga atau sebanyak 81 jiwa yang masuk zona rawan.

Tak hanya itu, tiga rumah lain yang dihuni lima kepala keluarga dengan total 12 jiwa juga berada dalam ancaman longsor. Secara keseluruhan, petugas menemukan delapan titik longsoran di kawasan tersebut.

“Beberapa rumah posisinya tepat berada di bawah tebing, sehingga berpotensi terdampak jika terjadi longsor susulan,” jelasnya.

Baca Juga  Rumah Inovasi Cilacap HIVE Diluncurkan, Dorong Ide Jadi Aksi Nyata

 

BPBD Minta Warga Siaga dan Siap Mengungsi

BPBD bersama pemerintah desa setempat saat ini terus melakukan pemantauan kondisi tanah di lokasi terdampak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat curah hujan tinggi.

BPBD juga mengimbau masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan tanah, suara gemuruh, atau runtuhan material tebing.

Selain itu, BPBD berencana berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan kajian teknis guna memastikan kelayakan kawasan tersebut sebagai permukiman warga.

“Kami akan mengajukan permohonan kajian ke PVMBG untuk menilai kondisi tanah dan potensi risiko di wilayah tersebut,” ujar Taryo.

 

Longsor Juga Tutup Jalan di Cimanggu

Bencana longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah lain di Kabupaten Cilacap. Material longsor menutup akses Jalan Cicapar, Desa Karangsari, Kecamatan Cimanggu, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Material longsoran dilaporkan memiliki tinggi sekitar 50 meter dan lebar 20 meter sehingga menutup badan jalan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas bersama perangkat desa setempat telah mengimbau warga untuk tidak melintas di jalur terdampak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. Pembersihan material longsor direncanakan dilakukan melalui kerja bakti bersama masyarakat.

 

Gelombang Tinggi 4 Meter di Laut Selatan Jateng Mulai Hari Ini, BMKG Cilacap Minta Nelayan Hati-hati
PKK Cilacap Cetak Wirausaha Kuliner Baru
Mengintip Agenda Baru di Festival Nelayan Cilacap 2026: Ada Kirab dari Titik 0 Kilometer
Kebakaran Hanguskan Tempat Pengolahan Kopra di Nusawungu, Kerugian Rp100 Juta
Kronologi Kecelakaan KA di Kesugihan: Mobil Terpental 15 Meter, Sopir Tewas 
TAGGED:karangpucunglongsor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan