Pergerakan kendaraan pemudik di jalur selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mulai mengalami peningkatan signifikan pada H-2 Idulfitri 1447 Hijriah. Meski jumlah kendaraan bertambah, arus lalu lintas hingga saat ini masih terpantau ramai lancar.
Kenaikan volume kendaraan disebut mulai terlihat jika dibandingkan dengan kondisi sehari sebelumnya. Tren tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Rabu (18/3/2026).
Kasatlantas Polresta Cilacap melalui Banit Regident, Brigpol Nesya Nurmasa, mengatakan situasi arus mudik saat ini masih terkendali meski terjadi lonjakan kendaraan.
“Untuk hari ini arus masih ramai lancar, namun volume kendaraan sudah mengalami kenaikan dibandingkan kemarin. Diprediksi puncak arus mudik terjadi hari Rabu ini,” ujarnya.
Empat Titik Rawan Jadi Perhatian
Meski kondisi lalu lintas relatif terkendali, petugas mengingatkan adanya sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan hambatan perjalanan. Setidaknya terdapat empat titik yang masuk kategori trouble spot di jalur mudik Cilacap.
Keempat lokasi tersebut yakni Jalan Bhayangkara di Majenang, Jalan Ahmad Yani di Kroya, Simpang 3 Sampang, serta perlintasan kereta api di Randegan Sampang. Titik-titik ini dinilai memiliki potensi perlambatan arus akibat tingginya aktivitas kendaraan maupun kondisi jalan.
Petugas telah disiagakan di sejumlah titik tersebut guna mengantisipasi lonjakan kendaraan serta mencegah terjadinya kemacetan panjang.
Jalur Selatan Jadi Favorit PemudikJalur mudik yang melintasi wilayah Cilacap dikenal sebagai salah satu jalur utama lintas selatan Pulau Jawa. Rute ini banyak dipilih pemudik yang datang dari arah Jakarta dan Bandung menuju wilayah Yogyakarta hingga Jawa Timur.
Secara geografis, Cilacap berbatasan langsung dengan Jawa Barat di bagian barat, Banyumas di sisi utara, serta Kebumen di wilayah timur. Letaknya yang strategis menjadikan jalur ini sebagai penghubung penting antarprovinsi saat musim mudik Lebaran.
Imbauan Keselamatan bagi Pemudik
Kepolisian mengimbau seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri saat lelah.
Selain itu, pemudik juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi titik-titik rawan yang telah dipetakan petugas.
Dengan meningkatnya volume kendaraan menjelang puncak arus mudik, kedisiplinan dan kehati-hatian pengendara menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman dan lancar hingga ke tujuan.

