PSIR Rembang tak hanya didiskualifikasi, sebanyak tujuh pemain mereka juga mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI Jateng. Hukuman itu terkait dengan kerusuhan yang terjadi usai laga PSIR vs Persak Kebumen di Stadion Krida Rembang, Kamis (12/2/2026).
Usai pertandingan leg kedua semifinal Liga 4 Jateng itu, penonton turun ke lapangan dan menyerang wasit. Selain itu, ada para pemain yang melakukan tindakan di luar kepatutan sehingga mereka juga mendapatkan hukuman yang berat.
- Khairul didenda Rp2 juta dan skorsing 1 pertandingan karena memukul pemain Persak.
- Rudy Santoso kena sanksi skorsing 3 tahun dan denda Rp10 juta karena usai laga mendatangi ke wasit dan berusaha menyakiti alat vital wasit.
- Ahmad Dani diskorsing 1 tahun dan denda Rp5 juta karena memprovokasi penonton untuk turun ke lapangan.
- Kesuma Satria Yudistira diskorsing 1 tahun dan denda Rp5 juta karena mencubit dan menginjak kaki wasit.
- Ammar Dzakwan pemain PSIR diskorsing 1 tahun dan denda Rp5 juta karena memiting wasit.
- Diva Maulana diskorsing 6 bulan dan denda Rp3 juta karena protes dan mengarah ke intimidasi wasit.
- Renafi Septian skorsing 6 bulan denda Rp3 juta karena protes dan mengarah intimidasi wasit.
Asa PSIR Rembang Berantakan
Sebenarnya, PSIR Rembang mengusung misi naik ke Liga Nusantara atau kasta ketiga liga di Indonesia. Jalan itu sudah sangat dekat karena mereka lolos ke semifinal Liga 4 Jateng dan lolos ke Liga 4 Nasional. Tapi, karena kerusuhan tersebut semuanya berantakan.
Karena didiskualifikasi di Liga 4 Jateng, otomatis mereka tidak bisa lanjut ke Liga 4 Nasional. Asa untuk promosi ke Liga Nusantara pun berantakan karena kerusuhan di Stadion Krida Rembang.

