cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Suhu Udara Panas di Cilacap Bikin Gerah, BMKG: Ini Dampak Pancaroba
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Suhu Udara Panas di Cilacap Bikin Gerah, BMKG: Ini Dampak Pancaroba
Cilacap

Suhu Udara Panas di Cilacap Bikin Gerah, BMKG: Ini Dampak Pancaroba

Tri Aji
Last updated: 28 April 2026 16:52
Tri Aji
Published: 28 April 2026
Share
Panas, gerah, pancaroba, cilacap
Ilustrasi orang sedang kepanasan. (ChatGPT)
SHARE

Cuaca panas yang terasa lebih menyengat belakangan ini dikeluhkan warga Kabupaten Cilacap. Suhu udara yang meningkat, terutama saat siang hari, membuat aktivitas harian terasa kurang nyaman dibanding biasanya.

Contents
  • Sempat Panas Menyengat, Kini Diguyur Hujan Ringan
  • Angin Variatif, Hujan Masih Berpotensi Turun
  • Mei Masuk Awal Kemarau, Waspadai Kekeringan

Sejumlah warga menilai kondisi ini cukup berbeda karena hawa panas terasa lebih terik dan lembap. Bahkan, rasa gerah tetap terasa meski tidak sedang berada langsung di bawah terik matahari.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa fenomena ini masih tergolong normal. Ia menyebut, peningkatan suhu udara seperti yang dirasakan masyarakat merupakan dampak dari masa peralihan musim atau pancaroba.

Saat ini, wilayah Cilacap dan sekitarnya memang tengah berada pada fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada periode ini, pola cuaca cenderung berubah-ubah, termasuk peningkatan suhu udara yang bisa terasa lebih panas dari hari-hari sebelumnya.

“Pada musim peralihan, kondisi cuaca cenderung labil. Bisa sangat panas, tapi tiba-tiba turun hujan, bahkan disertai petir,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

 

Sempat Panas Menyengat, Kini Diguyur Hujan Ringan

Berdasarkan data BMKG, suhu udara maksimum di Cilacap sempat mencapai 33,8 derajat Celsius pada 24 April 2026. Sementara pada hari-hari berikutnya, suhu berkisar antara 32 hingga 33 derajat Celsius.

Angka tersebut tergolong cukup tinggi, apalagi didukung kondisi langit cerah dengan tutupan awan yang minim, sehingga sinar matahari terasa lebih terik. Tak heran jika masyarakat merasakan hawa panas yang lebih menyengat dalam beberapa hari terakhir.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pada 28 April 2026, hujan ringan mulai mengguyur wilayah Cilacap dan sekitarnya sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan citra satelit hingga pukul 10.30 WIB, awan masih menutupi sebagian wilayah, terutama di kawasan pesisir, dan hujan diprakirakan berlangsung hingga siang.

Baca Juga  Pencarian Penambang Pasir Hilang di Muara Serayu Berlanjut, Tim SAR Perluas Sektor Operasi

“Dengan adanya hujan, suhu udara kembali terasa lebih normal,” ujarnya.

 

Angin Variatif, Hujan Masih Berpotensi Turun

BMKG mencatat, kondisi angin di wilayah Cilacap saat ini bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 km per jam. Sementara tingkat kelembaban udara cukup tinggi, yakni antara 68 hingga 95 persen.

Ke depan, potensi hujan masih akan terjadi, terutama pada sore hingga malam hari. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, termasuk kemungkinan hujan lebat disertai petir.

 

Mei Masuk Awal Kemarau, Waspadai Kekeringan

Memasuki bulan Mei 2026, curah hujan di Kabupaten Cilacap diprakirakan berada pada kisaran 100 hingga 150 mm, dengan sifat hujan di bawah normal. Artinya, intensitas hujan diprediksi lebih rendah dibanding kondisi biasanya.

Sementara itu, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei dasarian kedua. Khusus wilayah pesisir tenggara seperti Binangun dan Nusawungu, musim kemarau diprediksi datang lebih awal, yakni pada dasarian pertama Mei.

Durasi musim kemarau tahun ini diprakirakan berlangsung antara 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 140 hingga 180 hari, dengan puncaknya terjadi pada Agustus 2026.

BMKG juga mengingatkan bahwa sifat musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dari kondisi normal. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipasi, terutama bagi wilayah yang rawan kekeringan.

“Kami mengimbau instansi terkait dan masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau, khususnya dalam mengantisipasi potensi kekeringan,” pungkasnya.

Operasi Patuh Candi 2026 Ditunda, Warga Cilacap Tetap Diingatkan Taat Aturan Lalu Lintas
Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Percantik Stasiun Maos
Mencekam! ODGJ Bawa Parang Resahkan Warga Cilacap
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Hari Ini, Lalu Lintas di Cilacap Mulai Padat
Rumah Lansia di Adipala Hangus Terbakar, Diduga Dipicu Nyala Lilin
TAGGED:bmkg cilacappancaroba
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan